Tuesday, January 27, 2015

AKUN FB RAHARDI PURBO BUKAN AKUN FBKU

akun fb rahardi purbo bukan akun fbku, akun ini sudah diretas dan aku tidak bisa mengaksesnya lagi termasuk emailnya, purbosusatyo@yahoo.com. aku tidak pernah invite dan tidak pernah tahu menahu  banyak friends yang ada di akun fb rahardi purbo yang pakai nama nama palsu.


akun fb ini kemungkinan digunakan untuk mengadu domba aku dengan orang lain termasuk temanku sendiri.


Sunday, January 18, 2015

BERITA TERKAIT MTA SABAR SANTOSO

....saya tidal pernah ikut MTA sabar santoso. dan saya tidak antipati terhadap tahlilan dan ziarah kubur. saya bukan orang suka membahas sirik atau kafirnya ajaran tertentu....


Pangajian MTA di Magetan Dibubarkan

http://www.lawupos.net/pangajian-mta-di-magetan-dibubarkan/

Oleh lawupos on 11 June 2011  Dilihat sebanyak : 967 Kali


Ilustrasi Al-Qur'an (Foto ini tidak ada kaitannya dengan MTA, sekadar ilustrasi-lawupos)

MAGETAN-Ratusan warga Desa Pragak, Kecamatan Parang,  membubarkan pertemuan jamaah Majelis Tafsir Al Qur’an (MTA) di rumah Samuri. Pasalnya, warga menilai ajaran disampaikan MTA cenderung menghasut dan menganggap ajaran lain kafir serta musyrik.

“Kami mendapat informasi dari warga, dalam pengajian di majelis itu menyampaikan selamatan, ziarah kubur dan lainnya sebagai musyrik. Warga di sini mayoritas dari kalangan Nahdlatul Ulama (NU) jelas tersinggung dan meminta kegiatan itu dibubarkan,” ujar Mawardi warga Desa Pragak.

Belum lagi, aliran lain selain dari kelompok itu (MTA) dianggap sesat hingga tudingan miring lainnya, tak pelak membuat warga tersulut emosi. Warga terus merangsek ke rumah Samuri dan meminta pemimpin MTA Sabar Santoso diadili, beruntung aparat yang ada mampu meredam emosi warga.

Akhirnya, dilakukan dialog antara perwakilan warga dengan Sabar Santoso serta diikuti jajaran Muspika Parang, namun dalam dialog Sabar Santoso menolak telah menuding ajaran lain sesat. Tapi, ia membenarkan kelompoknya melarang adanya selamatan maupun ziarah kubur sebab dianggap musyrik.

Mendengar itu, perwakilan warga tetap tidak terima dan meminta agar kegiatan MTA dibubarkan, lalu minta pimpinan MTA diadili. Melihat gejolak warga terus emosi, aparat keamanan akhirnya membawa Sabar Santoso keluar dari rumah atau menyelamatkan ke lokasi lain.

Kapolsek Parang AKP Daeng Winarto mengatakan pihaknya terus melakukan pemantauan sekitar lokasi dengan menurunkan aparatnya, untuk pimpinan MTA (Sabar Santoso) dimintai keterangan. “Jika benar terus mengembangkan ajaran dengan menyudutkan aliran lain dapat menimbulkan keresahan masyarakat,” tandasnya. (gus dir/gus uki/elpos)

FITNAH BERTEMA EMANSIPASI WANITA : BANGKITNYA GERWANI MODERN ?

teman saya pernah memberitahukan bahwa saya memiliki 5 orang wanita,
dan menghamilinya dalam waktu yang bersamaan. sadis juga orang2 itu.
hal tersebut adalah FITNAH. ditahun 65 fitnah gerombolan perempuan
dengan tema emansipasi wanita pernah dilakukan GERWANI.

sumber : genirangrang.wordpress.com


Bisa jadi mereka hanya SELFIE didepan saya, selebihnya ada provokator
yang menfitnah saya di social media dan hal tersebut dilakukan secara
terorganisir. 
komunis di masa lalu gemar mengadu domba masyarakat untuk kepentingan
mereka. Mereka menghalalkan segala cara.

Mereka menebar isu ANTI AGAMA seperti yang terjadi sekarang.
banyak akun FB yang menghina agaman dan kepercayaan.

secara tidak sadar masyarakat mulai terpengaruhi paham anti ketuhanan
melalui facebook.

seorang teman juga pernah ngasih tau bahwa teman wanita saya banyak,
dan saya makin ga bener. saya bilang itu hanya fitnah di berbagai
media.

saya minta kepada mereka untuk memberikan buktinya. namun tiba2 saja
mereka menghindar dari saya dan menjadi susah dihubungi.

Nampaknya ada segerombolan org yang menghubungi mereka dan meminta
mereka supaya BUNGKAM.

Tuesday, January 13, 2015

Klarifikasi berita di televisi dan isu MENGIGAU

saya sampaikan bahwa saya bukanlah abdal suatu aliran tertentu, saya pernah ikut tarekat namun sudah keluar dan tidak lagi mengamalkan ajarannya. say a dulu pernah ikut aliran tarekat namun saya hanyalah warga biasa, dan bukan pengurus ataupun pimpinannya.

saya tidak memiliki pengetahuan yang dalam tentang tarekat dan saya tidak tertarik mempelajarinya. Saat ini
saya bermukim di magetan dan saya tidak ikut aliran agama tertentu.

Perihal isu saya mengigau itu hanya berita bohong belaka, jangan mudah percaya pada chating, telepon dan
isu yang disebarkan oleh pihak tertentu.

membuat opini melalui media sosial seperti hashtags di twitter dan like or dislike di FB lagi trend, namun hal tersebut bisa direkayasa bila memiliki software tertentu ataupun memiliki basis massa yang besar seperti ormas atau perusahaan tertentu.


Mengenai info yang pernah diliput media televisi perihal forum 'wali naqshabandi', puput slalu tersenyum,
'si otong', 'pak bugeh', 'bbm ardi',Gusti Alloh mbiten sare;. Saya tidak pernah mendapat verifikasi dari mereka.

mengenai sebuah acara talkshow di sebuah televisi yang ngebahas hal tsb , saya juga tidak pernah mendapat
verifikasi secara langsung.

demikian terima kasih.

Monday, January 12, 2015

Status FB Bikin Geger, SMAN 1 Setu Bekasi: Rachma Wati Pendiam Tak Banyak Tingkah

lagi lagi akun fb sara, kali ini muncul di setu, mirip yang di PATI, Pasuruan,.. kita punya teman di setu namanya BS kerja di instansi pemerintah..



http://news.detik.com/read/2014/12/30/123050/2789992/10/status-fb-bikin-geger-sman-1-setu-bekasi-rachma-wati-pendiam-tak-banyak-tingkah


Jakarta - Akun facebook Rachma Wati dibajak orang tak bertanggung jawab sejak beberapa bulan lalu. Siswi SMAN 1 Setu, Bekasi itu pun kena getahnya. Si pembajak memasang status-status 'berbaya' mengundang celaka.

Menurut guru SMAN 1 Setu Bekasi Dede Darsono, Oktober lalu status Rachma itu menjelek-jelekkan SBY. Kemudian kali ini status Rachma terkait penumpang AirAsia yang dinilai mengundang SARA.

"FB-nya sudah tidak bisa dibuka lagi sejak beberapa bulan lalu," terang Dede yang ditemui di sekolahnya, Selasa (30/12/2014).

Rachma sudah ditanyai dan tidak tahu menahu soal status FB itu. Dan memang menurut Dede, si pembajak kerap meminta pulsa ke teman-teman di facebook.

Lalu bagaimana sosok Rachma sendiri? "Dia anaknya pendiam, tidak banyak tingkah," imbuh Dede.

Rachma pun tak pernah macam-macam, termasuk tak pernah ribut dengan temannya. "Dia juga nggak pernah ikut organisasi," tutur Dede. Sehari-hari Rachma tergolong baik walau prestasinya tak begitu menonjol.


Sunday, December 21, 2014

KLARIFIKASI

melalui ini aku klarifikasi bahwa aku tidak pernah menghina beberapa tokoh
dan lembaga sebagai berikut :

kyai Kanjeng atau Emha Ainun Najib
KH Bisri Mustofa dan KH Mustofa Bisri
KH Abdurrahman Wahid
SS H Kadirun Yahya MA
Pesantren Al Hikam Jl. Cengger Ayam Malang
Nahdatul Ulama
Pesantren Tebu Ireng Jombang
Hisyam Kabbani dan Nazhim Haqqani


aku juga klarifikasi bahwa akun twitterku yang dahulu @paramidas sudah dihack
oleh komplotan orang yang suka menjalankan akun2 bernuansa sara, bertema nar
koba dan pornografi.


demikian aku sampaikan

Thursday, December 18, 2014

PENYEBAR ISU SARA TERTANGKAP DI PATI

HATI HATI THD ADU DOMBA KRN KEPENTINGAN SEGELINTIR ORANG..AKUN FB FRANS johan arifIN  ADALAH CONTOHNYA,..PELAKU NAMANYA ISLAMI BANGET NAMUN TEGA MELAKUKAN PENGHINAAN TERHADAP NABI..


Penyebar Isu SARA Ditangkap

http://www.suaramerdeka.com/v1/index.php/read/cetak/2012/12/26/209729/Penyebar-Isu-SARA-Ditangkap

PATI - Kasus penyebaran isu SARA di jejaring sosial facebook akhirnya terungkap. Penyebar status di akun facebook atas nama Frans Johan Arifin, yang menjelekkan Islam dan menghina Nabi Muhammad SAW ditangkap jajaran Polres Pati, Sabtu (22/12) malam.

Tersangka Muhamad Rokhisun (23), Desa/Kecamatan Karanganyar, Demak ditangkap setelah alat bukti dan keterangan saksi didapat pihak berwajib.

Dia merupakan orang ketiga dalam rumah tangga Fansiscus Xaverius Yudi Arif Wicaksana, petugas keamanan Rumah Bersalin Klinik Utama Keluarga Sehat (RB KSKU), yang merupakan bagian dari RS Keluarga Sehat atau yang sering disebut KSH, sebelum akhirnya mengundurkan diri.

Kapolres Pati AKBP Bernard Sibarani SIK MSi mengungkapkan, tersangka membuat akun facebook Frans Johan Arifin karena motif sakit hati. Rokhisun menghalalkan segala macam cara, yakni dengan memfitnah untuk memisahkan pasangan suami istri itu. Pria tamatan SMA itu pun berupaya memutarbalikkan fakta dengan membuat akun facebook seoalah-olah milik Frans.

"Tujuannya supaya Frans disalahkan khalayak umum. Selain itu dia melakukan itu untuk tujuan membuat hubungan rumah tangga Frans menjadi tidak harmonis," ujarnya saat memberikan penjelasan kepada perwakilan ormas yang meminta kejelasan penanganan kasus tersebut di Mapolres, Senin (24/12).

Dalam kesempatan itu, hadir pengurus PCNU, PD Muhammadiyah, PC GP Ansor beserta Banser, tokoh Katolik, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), jajaran manajemen KSH, dan instansi terkait.

Kepada petugas, tersangka mengaku melakukan hal tersebut sendirian. Selain melakukannya di warnet dekat rumahnya di Karanganyar, dia juga pernah mengunggah status bernuansa SARA melalui HP di dekat RS KSH. Itu dilakukan agar seolah-olah yang melakukan Frans.

Tersangka juga mengaku, status tersebut bukan dibuatnya sendiri, melainkan meng-copy dari internet. Termasuk saat meng-upload karikatur Nabi Muhammad.

 "Dengan tertangkapnya tersangka, kami berharap masalah ini tidak berkembang menjadi isu SARA. Karena dalam kasus ini sama sekali tidak ada motif itu, karena murni sakit hati tersangka terhadap seseorang dengan memfitnah orang," jelasnya.

Melapor ke Polisi

Sebelumnya, Frans telah melaporkan kasus tersebut ke polisi pada 11 Oktober karena ada pihak yang menyebarkan foto istrinya setengah telanjang. Dalam laporan itu, tersangkanya bisa dijerat dengan pasal 282 KUHP karena menyiarkan atau mempertontonkan suatu tulisan atau gambar yang melanggar kesusilaan.

Rokhisun juga terancam dijerat pasal 45 ayat (2) junto pasal 28 ayat (2) UU No 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). Dia terancam pidana penjara paling lama enam tahun.

Wakil Ketua PCNU Drs H Abdul Karim MPd mengapresiasi Polres yang berhasil menangkap penyebar isu SARA tersebut. Pihaknya terus akan mengikuti perkembangan penanganan kasus tersebut.

Hal senada disampaikan Direktur KSH dokter Aris Munandar MMR MBA. Pihaknya sadar jika masalah tersebut berdampak besar di masyarakat sehingga sejak awal pihaknya menyerahkan penanganan sepenuhnya ke Polres.(H49-15)