Tuesday, July 25, 2017

SAIF AND BRITISH ELITE

https://www.theguardian.com/world/2011/may/16/saif-gaddafi-dictator-son-british-high-societySaif 

Saif al-Islam's top British contacts
Peter Mandelson
The Labour peer reportedly met the Libyan leader's son in summer 2009 at the Rothschild family home on Corfu. In November that year Lord Mandelson spent time in Saif's company during a shooting weekend at Waddesdon Manor, the Rothschild's home in Buckinghamshire.
Tony Blair
Described by Saif al-Islam as "a personal family friend", Saif claimed to have met the then prime minister for the first time in 2006 at Downing Street and also saw him several times in Libya. Blair flatly denied having any relationship with the Libyan Investment Authority, part of Saif's effort to generate new sources of income for a country almost completely dependent on hydrocarbons for cash.
Anthony Giddens
Eminent sociologist and former director of the London School of Economics and noted theorist of the Third Way. Giddens met Saif in 2006, paid two visits to Libya and debated democracy with Gaddafi senior in 2007. The Gaddafi International Charity and Development Foundation, chaired by Saif, later donated £1.5m to the LSE's Global Governance research centre, of which it received $300,000.
Nathaniel Rothschild

Scion of the banking family who gave a party for Saif when he completed his doctorate on civil society and global governance at the LSE. In 2009, Saif threw his 37th birthday party at the luxury hotel in Montenegro where Rothschild was rumored to be one of the guests.

ARM

http://ekonomi.kompas.com/read/2015/01/23/095018326/BRAU.Mulai.Menyita.Aset.Rosan.Roeslani

BRAU Mulai Menyita Aset Rosan Roeslani

Asia Resource Minerals Plc (dulu Bumi Plc) mulai bergerak untuk menyita aset mantan Direktur Utama PT Berau Coal Energy Tbk (BRAU), Rosan Perkasa Roeslani.
Ini merupakan tindak lanjut dari arbitrase yang dimenangkan oleh ARMS, induk usaha BRAU. Direktur Utama BRAU Amir Sambodo, mengatakan, penasihat hukum ARMS telah meminta konfirmasi atas pemenuhan kewajiban Rosan tersebut.

Namun, belum ada tanggapan. ARMS kemudian memutuskan untuk mendaftarkan keputusan arbitrase yang dilakukan di Singapura itu ke sejumlah negara. Pasalnya, berdasarkan Konvensi New York, keputusan tersebut dapat didaftarkan dan dilaksanakan di lebih dari 150 negara.

Mengacu pada aset-aset yang dimiliki Rosan di sejumlah negara, maka ARMS pun mendaftarkan keputusan arbitrase di Indonesia, Perancis, Amerika Serikat, dan Indonesia.

Amir bilang, pihaknya sedang mendaftarkan keputusan arbitrase di singapura. Tindakan ini dilakukan guna memungkinkan pihaknya menyita aset-aset Rosan di negeri singa ini.

Aset-aset tersebut berupa saham di Recapital Investments Pte Ltd. Rosan menguasai 99 persen atas saham Recapital. ARMS juga tengah mendaftarkan keputusan arbitrase di Perancis dan Luxemburg.

"Hal ini akan memungkinkan penetapan sita jaminan atas dua chateaux yang secara langsung milik Rosan," jelas Amir dalam pernyataan tertulis.

Sita jaminan itu selanjutnya akan menjadi penetapan final. Sehingga, aset-aset tersebut bisa dijual. Lalu, ARMS dan BRAU sedang mendaftarkan petisi konfirmasi di pengadilan Federal AS.

BRAU mengetahui, Rosan memiliki properti berharga di California. Terakhir, keputusan Arbitrase juga didaftarkan di Indonesia. Pasalnya, di sinilah aset-aset Rosan bermuara. Keputusan akan dilaksanakan dengan cara yang sama dengan keputusan yang dikeluarkan pengadilan di Indonesia.

Waktu pelaksanaan keputusan akan bervariasi di setiap wilayah hukum. Tidak hanya itu, hal itu juga ditentukan oleh tindakan Rosan. Apakah ia akan melawan pelaksanaan keputusan itu atau tidak.

"Perseroan menyesalkan Bapak Roeslani tidak menunjukkan tanda-tanda akan memenuhi kewajibannya," kata Amir.

Padahal, lanjut dia, Rosan sudah sepakat, setiap masalah yang timbul akan diselesaikan melalui arbitrase. Adapun, berdasarkan Singapore International Arbitration Centre (SIAC), putusan arbitrase itu bersigar final dan tidak dapatkan banding.

Sekadar mengingatkan, perseteruan ini merupakan buntut dari tudingan Nathanael Rothschild yang menuding ada penggunaan dana tak jelas di BRAU.

Ketika itu, ia mencurigai dana yang diinvestasikan dalam Chateau Asset Management senilai US$ 75 juta.  Bumi Plc melakukan investigasi. Ternyata dana yang diperiksa jumlahnya membengkak menjadi 200 juta dollar AS.

Namun, akhirnya disepakati, Rosan membayar dana BRAU yang hilang sebesar 173 juta dollar AS. Keduabelah pihak setuju, pembayaran interim senilai 30 juta dollar AS dilakukan paling lambat 26 Desember 2013. Pembayaran dilakukan dalam bentuk tunai.

Namun, Rosan mangkir dan dinyatakan wanprestasi. BRAU dan Asia Resource kemudian mengajukan tuntutan resmi kepada Rosan. Pembentukan majelis arbitrase telah dilakukan sesuai dengan peraturan yang berlaku di SIAC pada 24 Desember 2013.

Awalnya Bumi Plc dan BRAU hanya menyeret Rosan melalui penyelesaian arbitrase atas pembayaran interim. Rosan pun memberikan argumen yang memosisikan, ia tidak harus membayar ganti rugi dalam jumlah berapapun.

BRAU kemudian mengajukan tuntuan resmi untuk proses arbitrase atas masalah yang lebih luas. Bukan saja mengenai pembayaran interim, melainkan kewajiban ganti rugi secara keseluruhan.

BRAU tetap minta Rosan membayar 30 juta dollar AS dalam bentuk tunai. Sedangkan sisanya, 143 juta dollar AS, bisa dalam bentuk aset, tunai, atau kombinasi keduanya.

Asal tahu saja, awalnya Rosan berniat membayar ganti rugi berupa tunai dan aset. Adapun aset yang akan diserahkan adalah 49 persen saham ABL dan 600 hektare (ha) lahan milik PT Borneo Prapatan Lestari. Asia Resource  tetap pada pendiriannya untuk tidak mengakui penilaian KPMG Corporate Finance Pte Ltd atas ABL.

Pasalnya, Rosan menunjuk KPMG secara sepihak. Sehingga, dinilai tidak representatif. BRAU bersama Asia Resource sudah mulai berperkara dengan Chateau de Bonaban SAS dan Chateau de la Grenerie SAS. Kedua perusahaan yang berdomisili di Perancis ini secara tidak langsung miliki Rosan.

Rosan menguasai kedua perusahaan itu melalui perusahaan induk yang berlokasi di Luxembourg. Perusahaan induk itu bernama RCapital Holding. Rcapital ini dinilai sebagai penerima utama atas keuntungan (ultimate beneficial owner) dua perusahaan Perancis itu. Aset keduanya ditaksir mencapai 15 juta euro. (Amailia Putri Hasniawati)


http://bisnis.liputan6.com/read/2017969/minta-ganti-rugi-asia-resources-mineral-tuntut-rosan-roeslani

Minta Ganti Rugi, Asia Resources Mineral Tuntut Rosan Roeslani

Liputan6.com, Jakarta Manajemen PT Berau Coal Energy Tbk (BRAU) dan Asia Resources Minerals Plc mengajukan tuntutan resmi kepada mantan Direktur Utama PT Berau Coal Energy Tbk Rosan Roeslani pada 20 Januari 2014.


Direktur Utama PT Berau Coal Energi Tbk, Raden Curt Eko Santoso Budianto menuturkan, Rosan Roeslani telah gagal melakukan transfer dana tunai senilai US$ 173 juta. Seharusnya Rosan mengembalikan dana tersebut sesuai perjanjian pemulihan pada 26 Juni 2013. Hingga jatuh tempo, dana US$ 173 juta tersebut tidak dibayar oleh Rosan.

BACA JUGA
Investasi Sektor Migas Menurun
IHSG Berpotensi Melemah, Awasi Saham Pilihan Ini
IHSG Bakal Kembali Menguat

Pembentukan majelis arbitase telah dilakukan sesuai dengan peraturan yang berlaku di Singapore International Arbitration Centre (SIAC) pada 24 Desember 2013. Perseroan tidak ingin melakukan transaksi pengalihan saham dari PT Asian Bulk Logistic .


"Rosan Roeslani harus melakukan pembayaran penuh dalam bentuk tunai," ujar Eko dalam keterbukaan informasi ke Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (4/3/2014).


Perseroan menyatakan, KPMG bukan sebagai penilai independen. Hal itu mengingat Rosan yang telah menunjuk KPMG secara sepihak. Padahal penunjukan penilai independen harus dilakukan bersama-sama sesuai dengan persyaratan-persyaratan yang terdapat di dalam perjanjian pemulihan. "Saat ini kami sedang menunggu pembelaan Rosan," kata Eko.


Selain itu terkait pemulihan sisa kerugian sebesar US$ 30,67 juta, Perseroan dan Asia Resources Mineral telah memulai proses beracara di Perancis terkait dengan Chateau de Bonaban SAS dan Chateau de la Grenerie SAS. Dua perusahaan Perancis ini secara tidak langsung dimiliki oleh Rosan Roeslani.


Rosan memiliki perusahaan-perusahaan itu melalui suatu perusahaan induk yang berkedudukan di Luxembourg, RCapital Holding, yang kemudian merupakan penerima manfaat utama dari setiap perusahaan Perancis yang tengah digugat oleh Perseroan.


"Biaya untuk memperoleh perusahaan Perancis itu berasal dari dana yang telah disalahgunakan. Perusahaan Perancis itu memiliki aset kurang lebih 15 juta euro," tutur Eko.


Perseroan telah menerima penetapan sita jaminan atas saham yang dimiliki oleh RCapital di perusahaan-perusahaan Perancis tersebut. Saat ini perseroan masih mencari cara-cara lain untuk memperoleh pemulihan atas sisa kerugian tersebut.


Namun di saat yang sama, anak perusahaan Perseroan PT Berau Coal telah mengajukan permohonan untuk pembubaran Chateau. PT Berau Coal, selaku pemegang saham yang memiliki investasi di Chateau meminta pengadilan di Cayman untuk memberhentikan direktur yang sedang menjabat dan menunjuk direktur baru sebagai pengganti. Adapun penetapan arbitrase ini diperkirakan terbit pada September 2014.


"Hal ini dilakukan untuk melakukan penyelidikan atas status investasi dan apakah masih ada sisa nilai investasi yang masih dapat dipulihkan," kata Eko.


Sebelumnya, Rosan Roeslani dituduh telah melakukan penggelapan dana sekitar US$ 173 juta saat menjabat sebagai Direktur Utama PT Berau Coal Energy Tbk. Sejumlah dana tersebut ditempatkan di Chateu Asset Management. (Ahm)

INTER MILAN

https://m.tempo.co/read/news/2013/10/21/093523300/erick-thohir-beli-inter-milan-rothschild-berang

Erick Thohir Beli Inter Milan, Rothschild Berang
SENIN, 21 OKTOBER 2013 | 11:35 WIB

Pembelian Inter Milan oleh Erick Thohir dan kawan-kawan menuai reaksi negatif dari miliarder Inggris, Nathaniel Rothschild. Rothschild mengaitkan peran Rosan

Roeslani, mitra Erick Thohir dalam pembelian Inter, dengan masalah di perusahaan batu bara Bumi Plc.

Seperti diketahui, saat membeli Inter, Erick Thohir menggandeng dua partner, yakni Rosan Roeslani dan Handy Soetedjo. Handy adalah bos perusahaan investasi

PT Midasia Capital, sedangkan Rosan adalah salah satu direktur PT Berau Coal Energy, anak usaha Bumi Plc. Peran Rosan kemudian disoroti oleh Rothschild

lantaran dianggap terkait dengan sengketa di tubuh Bumi Plc, yang juga melibatkan grup Bakrie.

Dikutip dari Bloomberg, Rothschild menyatakan tindakan Rosan yang terlibat dalam pembelian Inter menjadi sinyal baru atas kelambanan manajemen Bumi Plc dalam

mengembalikan dana milik perusahaan yang hilang. Dengan kata lain, Rothschild menyindir Rosan cs yang mampu mengucurkan duit US$ 137 juta untuk Inter, namun

tak bisa memulihkan kinerja keuangan Bumi Plc.

"Roeslani memiliki dana untuk melakukan ini (membeli Inter) karena manajemen Bumi Plc gagal untuk mengambil tindakan hukum untuk melawan dia," kata

Rothschild dalam wawancara telepon akhir pekan ketiga Oktober 2013.

Seperti diketahui, Rothschild masih memiliki 21 persen hak suara di Bumi Plc. Keturunan baron perbankan Inggris ini terlibat sengketa dengan grup Bakrie

dalam memperebutkan saham Bumi Plc. Rothschild berkali-kali melayangkan tuduhan penggelapan uang perusahaan kepada grup Bakrie dan jajaran pemegang saham

Bumi Plc, termasuk Rosan dan Berau Coal. Inilah yang kemudian disangkutpautkan dengan pembelian Inter Milan oleh Rosan cs.

Menanggapi tuduhan ini, Rosan mengatakan argumen Rothschild tidak masuk akal. "Tidak logis untuk membuat hubungan antara investasi Inter Milan dan situasi di

Bumi Plc karena konteksnya benar-benar berbeda," kata dia. Rosan menegaskan telah memiliki komite investasi independen pada Inter Milan. Masalah Bumi Plc,

kata dia, sudah diselesaikan dengan cara transparan.


Wednesday, July 5, 2017

MNC AND WIKA

http://www.beritasatu.com/pasar-modal/324954-mnc-keluar-waskita-kuasai-wmttr.html

MNC Keluar, Waskita Kuasai WMTTR

Oleh: Nuriy Azizah / MHD | Kamis, 26 November 2015 | 07:45 WIB
Jakarta – PT Waskita Karya Tbk (WSKT) melalui anak usahanya, PT Waskita Toll Road, mengakuisisi 38,5% saham PT Waskita MNC Transjawa Toll Road (WMTTR) dari PT Sembilan Benua Makmur, perusahaan milik PT MNC Toll Road.

Akuisisi tersebut menjadikan Waskita Karya menjadi pemegang saham pengendali PT Waskita MNC Transjawa Toll Road dan sekaligus mendilusi seluruh kepemilikan saham Grup MNC pada perusahaan tol tersebut.

Sekretaris Perusahaan Waskita Karya Hadi Susilo mengatakan, setelah akuisisi, kepemilikan saham Waskita pada WMTTR mencapai 99,99%. Sisanya sebesar 0,01% dimiliki oleh Koperasi Waskita.

Untuk memuluskan pengambilalihan saham tersebut, Waskita Karya menyuntik modal Waskita Toll Road sebesar Rp 757,5 miliar. Penambahan modal dilakukan secara tunai.

“Idealnya, Waskita MNC Transjawa Toll Road akan berganti nama. Tapi kami masih mempertimbangkannya,” kata Hadi kepada Investor Daily di Jakarta, Rabu (25/11).

Saat ini, WMTTR menggarap tiga ruas jalan tol yakni Kanci – Pejagan, Pejagan – Pemalang, dan Pasuruan – Probolinggo. Hingga saat ini, baru ruas jalan tol Kanci – Pejagan yang telah beroperasi. Sementara Pejagan – Pemalang ditargetkan selesai pada 2016.

Seperti diketahui, WMTTR semula adalah perusahaan patungan (joint venture/JV) yang dibentuk oleh Waskita Karya dan Grup MNC melalui anak usahanya masing-masing, yakni Waskita Toll Road dan MNC Toll Road.

Pada awal pembentukan JV, Waskita Toll Road tercatat hanya memiliki satu konsesi ruas jalan tol yakni Pejagan – Pemalang. Sedangkan, MNC Toll Group memiliki dua konsesi ruas jalan tol melalui dua anak usaha yang berbeda.

Pertama, konsesi ruas jalan tol Kanci – Pejagan melalui PT Satria Cita Perkasa. Kedua, MNC Toll Road memiliki konsesi jalan tol Pasuruan – Probolinggo melalui PT Sembilan Benua Makmur.

Grup MNC sebelumnya mengakuisisi seluruh proyek tol milik Bakrie Toll Road. Ruas tol yang diakuisisi meliputi Kanci-Pejagan, Pejagan-Pemalang (Jawa Tengah), Pasuruan-Probolinggo (Jawa Timur), Batang-Semarang (Jawa Tengah), dan Ciawi-Sukabumi (Jawa Barat).

Setelah melakukan penyetoran modal awal pada 29 September 2015, Waskita Karya perlahan menambah kepemilikannya secara bertahap. Hal itu dimulai dengan membeli saham PT Satria Citra Perkasa.

Kala itu, perseroan melakukan penyertaan modal kepada Waskita Toll Road sebesar Rp 300 miliar. Alhasil, perseroan pun menjadi pemegang saham pengendali dengan memiliki kepemilikan 61,5% pada WMTTR.

Menurut catatan Investor Daily, perseroan juga pernah menyutik modal Waskita Toll Road untuk mengakuisisi 90% saham PT Cimanggis Cibitung Tollways. Saham yang diakuisisi perseroan merupakan milik PT Bakrie & Brothers sebesar Tbk (BNBR) 10% dan PT Bakrie Toll Indonesia sebesar 80%.

Selain menambah modal, perseroan juga memberikan pinjaman sebesar Rp 51,8 miliar kepada Waskita Toll Road. Nilai tersebtu setara dengan 1,81% ekuitas preseroan dan 12,8% ekuitas Waskita Toll Road.

Dana tersebut nantinya akan digunakan untuk memaksimalkan kinerja anak usaha Waskita Toll Road, yaitu CSJ, SNJ dan NKJ.

Tuesday, July 4, 2017

provokator dan london

https://news.detik.com/internasional/d-1705207/jadi-provokator-rusuh-london-2-pemuda-divonis-4-tahun-bui


Rabu 17 Aug 2011, 03:46 WIB

Jadi Provokator Rusuh London, 2 Pemuda Divonis 4 Tahun Bui
detikNews

Jadi Provokator Rusuh London, 2 Pemuda Divonis 4 Tahun Bui
London - Dua orang pemuda divonis masing-masing empat tahun penjara. Mereka terbukti bersalah menjadi penghasut aksi kerusuhan melalui situs jejaring sosial Facebook.

Seperti diberitakan The Sun,<\/em> Rabu (17\/8\/2011), dua orang pemuda tersebut diketahui bernama Jordan Blackshaw (20) dan Perry Sutcliffe-Keenan (22). Keputusan diambil dalam persidangan yang digelar di Pengadilan Chester Crown.

Blackshaw dianggap sebagai provokator karena telah menciptakan sebuah event di akun Facebook dengan nama \\\'Smash Down Northwich Town\\\'. Lewat akun tersebut, dia mengajak pemuda lain untuk ikut menjarah di sekitar kota Northcich.

Sementara Sutcliffe-Keenan, pemuda yang tinggal di sekitar Warrington, juga membuat sebuah halaman di Facebook. Isinya berupa ajakan untk membuat sebuah kerusuhan di Warrington.

Wakil Kepala Polisi setempat, Phil Thompson mengatakan, teknologi kini mampu memberikan pengaruh luar biasa pada kehidupan masyarakat. Termasuk kemungkinan ajakan aksi rusuh di London.

\\\"Jika kita berfikir pada beberapa hari lalu dan melihat bagaimana teknologi digunakan untuk menyebarkan hasutan dan mengajak orang bersama-sama untuk melakukan kegiatan kriminal, sangat mudah untuk dimengerti mengapa putusan empat tahun ini dijatuhkan,\\\" ujarnya.

glamour

https://www.thesun.co.uk/archives/news/1141291/why-is-this-young-and-beautiful-page-3-girl-from-suburbia-marrying-a-middle-aged-bullingdon-billionaire/

Former topless model Loretta Basey engaged to Eton-raised super-powerful businessman Nat Rothschild

By AMY JONES
22nd April 2016, 11:01 pm  Updated: 19th May 2016, 2:20 am
HE IS the super-rich Bullingdon boy who mixes with the world’s most
powerful people – and she is the glamour girl from suburbia whose boobs are
better known than her face.

But in a romance that straddles the divides of both age and class, banking
heir Nat Rothschild, 44, and former Page 3 star Loretta Basey, 25, are
heading down the aisle.

The couple got engaged in December and later this year will throw a lavish
wedding in the exclusive Swiss ski resort of Klosters — loved by Princes
William and Harry, no less, and home to financier Nat.

The upcoming ceremony has no doubt raised eyebrows among the Rothschild
dynasty’s swanky society set — but it has come as no shock to Loretta’s
friends that she will marry a billionaire almost 20 years her senior.

As one former Page 3 pal reveals: “I’m not surprised she’s settling down with
someone loaded — she always did like an older, richer man.

“I think she thought it was what she deserved. She never seemed to enjoy
modelling and gave everyone the impression she was too good for it.

“She didn’t fit in with the rest of us. A lot of us found her difficult.”

Another added: “She never really smiled when she was modelling. I even
questioned why she was doing it. But now it makes total sense — she had a
plan.”

That “plan” was born of comparatively humble beginnings. Loretta grew up in
the family home, a terraced house near Gerrards Cross, Bucks.

Her father, Phillip, 59, is a chartered accountant and her mother Susan, 63, a
former model who advertises her services as a TV extra online.

Loretta is close to her older sister Olivia and regularly babysits for her
children, Zac and Harley, something her friends say is driving the next
stage of her masterplan — starting a family.

During Loretta’s short-lived glamour career she used the name Elle, as her
agent reckoned it was more “girl next door”. She posed on Page 3 more than
20 times and featured regularly in lads’ mags.

But in 2011 she sacrificed it all, once she had secured her first minted man —
actor and comedian Steve Coogan.

The source added: “She met him on a Loaded magazine cover shoot. She was the
mag’s Girl of the Year and Coogan’s Alan Partridge character guest-edited
the issue.

“Loaded had the idea of shooting Partridge with his hands cupped around her
boobs, like the infamous Janet Jackson photo. Shortly after that they were
an item.”

Loretta soon moved into Steve’s mansion outside Brighton.

The comic — then in his mid-40s — never discussed his younger girlfriend in
interviews, but she would appear dutifully at his side at events and
premieres.

Self-confessed recovering drug addict Steve had a notoriously messy love life
and had previously made headlines for drug-fuelled sex sessions.

But in his three-year relationship with Loretta he found some stability, and
the comic’s pals credited her with taming him.

But in 2014 they split and she was back on the hunt for a new man.

By November last year she appeared to have found him, after she was spotted at
a ball hanging off Nat’s arm, dressed — much to onlookers’ amusement — as a
lion tamer.

Some say it was a fitting choice of costume, observing that Loretta has had a
similar calming effect on Nat as she had on Steve. She is even said to have
won the approval of Nat’s formidable 79-year-old father Jacob, the Fourth
Baron Rothschild.

Former playboy Nat now drinks only “occasionally” and neither gambles nor
smokes. It is a far cry from his wilder days as a member of Oxford
University’s notorious Bullingdon Club — the aristocratic social group
famous for its drinking, drugs and debauchery.

Nat once held a “thrash” — or party — for the even rowdier Piers Gaveston
Society, the similarly notorious dining club which staged the event at which
David Cameron is alleged to have put his manhood inside a pig’s mouth.

On a separate occasion in 1994, former prostitute Natalie Rowe claimed that
Nat asked her to provide drugs and strippers for a Bullingdon party held at
Waddesdon Manor, the Rothschild family home in Bucks and just 20 miles from
Loretta’s family home.

Natalie said at the time: “They were precise in what they wanted — three slim
black girls in stockings, suspenders and high heels.”

In a Sunday Times profile in 2012, one woman in Nat’s social circle said: “He
had terrible acne but he was so rich and quite charming.

“He’d make a beeline for any girl he wanted to seduce, then hang around them,
buy them presents, smother them basically until they gave in. And a lot of
girls did give in who should have known better.”

According to another university pal, everyone was aware of his wealth. Once,
Nat is said to have jumped on to a table and shouted: “Ninety seven
million!” — which many believed to be a reference to the size of his trust
fund.

An unruly nature had become apparent when he was at Eton. A fellow pupil
described young Nat as “a rather scruffy and unpredictable boy with a
rebellious streak who you would never have tipped to make a big success of
his life.”

After university he was briefly married to Annabelle Neilson, a “wild child”
socialite and friend of Kate Moss.

In 1997, when the marriage fell apart after just three years, Nat began
playing the field, reportedly enjoying flings with Jonathan Aitken’s
daughter Petrina Khashoggi, Donald Trumps’s daughter Ivanka and Star Wars
actress Natalie Portman. But as his marriage dissolved, his career
flourished. He joined corporate finance firm Gleacher Partners, where he met
Timothy Barakett, a Canadian trying to set up a hedge fund, Atticus Capital.
Nat became a partner and set his sights on making his own fortune.

He said: “Without blowing my trumpet, I was chairman of one of the biggest
public companies in France by the time I was 28.”

Nat’s personal wealth is estimated at £523million, much of it self-made, and
he is 192nd on The Sunday Times Rich List.

As well as his declared inheritance of £500million, his actual inheritance has
been reported as “hidden in a series of trusts in Switzerland and is
rumoured to be worth £40billion”.

Former prostitute ... Natalie Rowe claimed that Nat asked her to provide drugs and strippers for a Bullingdon party

He also has huge influence, with Chelsea owner Roman Abramovich and former BP
boss Tony Hayward among his pals, and he has several contacts inside
Whitehall, including Chancellor George Osborne.

Such powerful friends must be both beguiling and intimidating to Loretta,
whose contacts book is far less exciting. A pal said: “She is so down to
earth and her best friends are largely from back home.”

However, another friend said: “She has been saying she is ready for kids — and
what better way to start a family than with one of Britain’s richest men?

“She’s not just a pretty face.”

Saturday, July 1, 2017

ROTHSCHILD AND SINAR MAS

http://www.telegraph.co.uk/finance/newsbysector/industry/mining/11658685/Rothschild-vows-never-again-after-Indoesian-coal-exit.html

Rothschild vows 'never again' after Indoesian coal exit

Nat Rothschild has accepted an improvedROTH offer from Asia Coal Energy Ventures for the company formerly known as Bumi

The offer for the company, formerly known as Bumi, will come as a blow to Mr Rothschild who was attempting to seize control of the company

Nat Rothschild has said he will never again invest in the Indonesian coal sector after his investment vehicle NR Holdings accepted an improved offer of 56p a share from Asia Coal Energy Ventures, for its stake in Asia Resource Minerals which values the company
Mr Rothschild was scathing about his bruising involvement with the company formerly known as Bumi. He said: “This will be our first and last investment in Indonesia’s coal sector.”

The offer, which values the company at $200m (£131m), was a 36pc increase on ACE’s original offer of 41p a share made on May 7.
Mr Rothschild added: “There is no suggestion that this is a good outcome for shareholders, but it is the best short-term outcome given the difficulties that ARMS would have faced had it attempted to recover, via a lengthy and costly litigation process, the $173m that was mis-appropriated by the former Indonesian controlling shareholders and management of this company.”

Nat Rothschild has sold his stake in the company formerly known as Bumi
The deal will come as a blow to Mr Rothschild who is a long-term believer in coal investment. He founded the company to invest in Indonesian natural resources.

ACE is backed by Argyle Street Management and the Sinarmas group, owned by Indonesian tycoon Eka Tjipta Widjaja and controller of the country's listed PT Berau Coal Energy company.

Fuganto Widjaja, speaking on behalf of Sinarmas said: “ACE and Sinarmas are delighted to have received this irrevocable undertaking from the Honourable Nathaniel Rothschild and NR Holdings. We are grateful to Mr Rothschild for his good faith and professionalism in all our dealings.

“Through his efforts and close cooperation and support from the ARMS board, additional value has been obtained for ARMS shareholders through the increased price of our offer. We look forward to working together with Mr Rothschild and the ARMS board in order to conclude our offer successfully and to resolve the current situation at Berau in Indonesia.

“We also look forward to restoring the long term prospects of the ARMS group after the restructuring proposed by ACE."