Wednesday, February 10, 2016

Bank Mutiara

Bank Century memiliki dana nyangkut di Indover yang bangkrut karena NPL dan dibekukan sejak tanggal 7 Oktober 2008, per 31 Desember 2014 outstanding Rekening Giro Bank Mutiara Tbk (d/h Bank Century) di Bank Indover sebesar EUR 47.700,27. Tanggal 23 Januari 2014 Bank indover telah membayar EUR 15.063,24..

Sementara rekening giro bank di BCA cabang Surabaya sebesar Rp. 4,260 juta diblokir kepolisian terkait perkara hukum reksadana Antaboga yang dihadapi Bank. (sumber: Laporan keuangan audit Bank Mutiara tahun 2014)

Bank Mutiara Ganti Nama Menjadi Bank J Trust Indonesia




Nasabah Bank Century asal Surabaya, Gayatri menggelar orasi di depan kantor Bank Mutiara Cabang Solo, 21 April 2015. Dia menuntut uangnya yang tersangkut reksadana Antaboga senilai Rp 70 miliar dikembalikan. TEMPO/Ahmad Rafiq

TEMPO.CO, Jakarta - PT Bank Mutiara Tbk resmi mengubah entitas usaha menjadi PT Bank J Trust Indonesia Tbk.
Dalam keterbukaan informasi resmi yang dirilis perseroan, Hartono Karyatin, Corporate Secretary Bank Mutiara, mengatakan pergantian entitas ini telah mendapat persetujuan dari Otorititas Jasa Keuangan (OJK) pada 21 Mei 2015 lalu melalui Keputusan Dewan Komisoner OJK No.12/KDK.03/2015.
Sebelumnya, pergantian entitas ini juga telah mendapat izin dari Kementrian Hukum dan HAM pada 7 April 2015 lalu. Dengan kata lain, ini merupakan pergantian entitas kedua karena sebelum bersalin nama menjadi Bank Mutiara, perseroan sebelumya bernama Bank Century
Sebelumnya, Ahmad Fajar, Direktur Utama Bank Mutiara mengatakan pergantian entitas ini merupakan bentuk rebranding perseroan seiring pergantian kepemilikan dari Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) ke J Trust Co Ltd pada akhir 2014 lalu.
Pergantian entitas ini juga diharapkan bisa menambah dana pihak ketiga (DPK) perseroal. Fajar menyebut, beberapa instansi asing siap menempatkan dana di perseroan berkat reputasi J Trust. Tapi, untuk tahap awal, penempatan dana masih terbatas, sekitar 5%-10% dari DPK.

Saturday, February 6, 2016

DUA VERSI LATAR BELAKANG PRODUK MOBILE WALLET

MOBILE WALLET VERSI RENDY KUSUMA


TRANSAKSI UANG ELEKTRONIK dalam SISTEM MOBILE WALLET

http://dokumen.tips/documents/transaksi-uang-elektronik-dalam-sistem-mobile-wallet-sebuah-overviewdocx.html

1. Latar belakang
Sehubungan dengan meningkatnya pemakaian telepon seluler dimasyarakat yang mana telahmenjangkau berbagai lapisan masyarakat dan juga dengan adanya kebutuhan masyarakat modernakan media transaksi yang lebih praktis dan bisa digunakan untuk berbagai keperluan dan tidakhanya terbatas pada pembayaran online saja serta bisa digunakan kapanpun maka muncul ide kamiuntuk merancang metode dan sistem transaksi elektronis menggunakan sarana telepon seluler ataualat telekomunikasi data personal lain.


2 Tujuan khusus pengadaan sistemMemungkinkan  transaksi dilakukan tanpa menggunakan uang (cashless) untuk pembayaranmikro   (micropayment)   hingga   Rp.10.000,-   keatas   dengan   menggunakan   ponsel   atau   alattelekomunikasi data personal lainnya untuk berbagai keperluan.

MOBILE WALLET VERSI NORMA SIT DAN TAN SENG CHUAN

BACKGROUND OF THE INVENTION

Donations, including religious donations such as the tithes, 'zakat', and alms giving in a religion such as Muslim religion (the zakat) can be carried out on a recurring basis, usually annually, but may also be carried out throughout the year. Donors contribute monies with the hopes that their donation can reach the appropriate recipients and help the recipients financially.

Donors often prefer to give their monies directly to individuals, eliminating middle men. Donation collecting institutions are often obliged to disburse the donation funds within a specific time-frame, especially before the festivities such as Muslim festivities (for the case of the zakat) or within the same year as when the donations are received from the donors. Since disbursement of the donation funds to individuals or homes may be arduous and laborious, and especially difficult within a short time- frame, donation collecting institutions resort to using the donations for developmental projects such as building schools and other facilities to improve the lives of the poor and the needy. These developmental projects would allow large sum of the donation funds to be disbursed. However, these developmental projects, while it may be useful to the poor and needy community, may neglect the financial needs of the poor and the needy, thus defeating the fundamental purpose of the donation. The challenge is how donation collecting institutions can utilize donation funds by distributing the funds EQUITABLY to poor and needy individuals. Such distribution of the donation funds may be achieved through electronic fund transfer (EFT) such that the appropriated funds are wired to each recipient. However, this would be virtually impossible to carry out, considering the poor and needy individuals usually do not possess a bank account due to their inability to gain access to financial institution and banks alike.

Donations that are collected by non-religious organisations including non-government organisations (NGOs) can be collected with a specific purpose or a non-specific purpose. These organisations face similar challenges as the religious organisations if they are in need to conduct donor fund disbursement rapidly within a short time frame if relief aide is required or if there is a limitation on the organisation to ensure that the funds are distributed to the needy individual.

Using 'zakat' as an example, zakat is most frequently contributed before the Muslim festive season. In the Muslim tradition, it is vital that the contribution of zakat reaches the recipients in a timely and orderly fashion. It would also be an additional advantage if the recipients of the donation can be traced to ensure that the recipients are deserving of the donations appropriated to them.

The zakat donation however, is usually coordinated by numerous institutions or facilities which become the "middle person" of the transaction before the donation actually reaches the recipients. The middle person may take a percentage of each donation from the donors to in order to sustain the operation of the donation collecting institutions or facilities. The operational cost of these institutions may constitute a large sum since the donation funds disbursement is usually manually handled by a large number of employees instead of being an automated process. Numerous prior arts have disclosed methods and system for the handling of donation funds such as US patent 509794 which disclosed a donation transaction apparatus and a method for facilitating donations to charitable organizations., The donation transaction apparatus disclosed allows the donors to select an organisation in which their donations will be directed to. The donations will be wired to the organisation's bank account. The prior art therefore, does not propose a method to disburse donations funds to poor and needy individuals without bank accounts and also does not collect the donation into a donation funds pool to be distributed.

Yet another prior art, US patent publication 2004/0267650 disclosed a method and a system that electronically collects monies from donors and organisation and distributes the collected monies to designated charitable and other non-profit organisation such as churches. The system essentially allows donors to donate to an organisation in a most convenient manner while deciding the frequency and amount of donation. The donations however, are also achieved via fund transfer from the donors account to the organisation's account. This therefore, does not serve the purpose of donating to individuals, particularly poor and needy individuals who do not usually have access to bank accounts.

Therefore there is a need for a system and a method for facilitating the transaction of donation funds from the donors and disbursing the funds to the recipients who do not possess a bank account and to do it rapidly, meeting either deadlines for the disbursements or deadlines based on the specific needs of the recipients.


Friday, January 29, 2016

MOMENTUM COLLAPSENYA LEHMAN BROTHER 2008 & HANDPHONE NOKIA 3300

FAKTA UNIK : MENJELANG PERGANTIAN TAHUN 2009

Beberapa minggu sebelum Bank Century Kalah kliring, aku membantu atasanku melakukan take over pinjaman nasabahnya bank century. Jabatanku Assistant Account officer, aku hanya mensupport, aku bukan pengambil keputusan.

Di tahun 2008, suasana pada saat itu banyak orang membicarakan mortgage dan dampaknya ke ekonomi global termasuk indonesia. Aku menemani klien ke Bank Century di dekat plaza senayan untuk mengambil jaminan, karena pada saat itu pinjaman client di Bank Century sudah di lunasi dengan pinjaman dari Bank Niaga, maka client hendak mengambil jaminannya untuk dijaminkan kembali ke Bank Niaga.

Pada saat itu Bank Niaga belum merger dengan Lippo Bank. Pada saat itu aku dan client sempat tertahan cukup lama di Bank Century karena proses administrasi. Aku tertahan sampai jam 07.00 malam. Pada saat itu satu satunya handphoneku: Nokia 3300 baterainya habis. Otomatis aku tidak bisa berkomunikasi dengan kolega. Aku lihat aktivitas di Bank Century cabang senayan, cukup ramai, banyak orang melakukan transaksi.

Otomatis aku baru pulang sekitar 07.30 malam, setelah atasanku datang bersama koleganya mengajak makan di belakang senayan, kalau ga salah di waralaba bumbu desa.

Di sekitar tempat aku ngekos di kukusan teknik belakang kampus UI depok, banyak akademisi membicarakan krisis morgagenya amerika serikat. Ada yang bilang pengaruhnya bakal sampai ke indonesia ada yang bilang tidak. Mereka memiliki argumennya masing masing.

Seminggu setelah kejadian itu Bank Century masuk Koran, Bank Century di nyatakan kalah kliring tanggal 13 November 2008. Akademisi di UI ramai membicarakan penyebab kasus Bank Century dihubung hubungkan bangkrutnya lehman brother.

Lalu terjadilah yang dinamakan bail out, Agus Martowardoyo selaku dirut Bank Mandiri dilibatkan dalam penyelamatan Bank Century sementara Arwin Rasyid memimpin pelaksanaan merger Bank Niaga dan Lippo Bank di indonesia. Untuk memperkuat positioning kedua Bank tersebut.
Di belahan Bumi lain Barrack Obama berhasil memenangkan pemilu presiden di Amerika Serikat, tepatnya tanggal 4 november 2008 sebelum Bank Century di bail out oleh pemerintah RI.




Thursday, January 28, 2016

THE CONNECTION

THE SAI BABA CONNECTION  (True story of Sudhamek)

Hanging on the wall of Sudhamek’s office is a picture of the late Indian spiritual guru Sri Sathya Sai Baba, whom Sudhamek considers his savior. In 1990, he suffered from a disease that a doctor in Singapore said could be fatal. Due to his sickness Sudhamek decided to quit working. After various treatments failed to help him, including acupuncture in china, Sudhamek heard about Sai Ba Ba in india. Having nothing to lose, he went to see him.

Staying with Sai Ba Ba for several months in southern india, he received counseling herbal treatments, and was eventually cured. With a new lease on life, Sudhamek decided to join the family business and felt that his life has been extended in order to help others.

“If not for the illness I would probably have remained as a professional working in other people’s companies,” he says. In May 2010, Sai Ba Ba asked Sudhamek to discuss his spiritual experience in front of 10,000 people attending the celebration of the vesakha (buddha’s birthday) in Puttaparthi in india. “I was praying that if my experience was worth sharing then I would share it and my prayers were answered. It meant much to me,” Sudhamek says, noting that it was the last vesakha attended by Sai Ba Ba, who died about a year later. 


(Taken from Forbes Indonesia Magazine, February 2012, Volume 3 Issue2, Page of 44)

Monday, January 25, 2016

OTONG KOIL ALIAS ARYO VERDIJANTORO DAN RAISA

Wajah Raisa Disebut-Sebut Mirip Otong Koil, Setuju?

Rabu, 11 November 2015 15:45 WIB | Himawan Ulul/JIBI/Solopos.com

http://www.solopos.com/2015/11/11/trending-sosmed-wajah-raisa-disebut-sebut-mirip-otong-koil-setuju-660228


Solopos.com, SOLO – Raisa terkenal sebagai penyanyi bersuara apik dan berparas cantik. Tetapi di sosial media (sosmed) Twitter, ada yang menyebut wajah Raisa mirip dengan Otong, vokalis band Koil. Apa iya?

Berdasarkan penelusuran Solopos.com di Twitter, Selasa (10/11/2015), trending sosmed yang menyebut Raisa mirip Otong Koil muncul kali pertama dalam kicauan pengguna Internet (netizen) bernama Novi Rianita.

“Dari sekian banyak laki2x di Indonesia yg suka sama Raisa kayanya cmn suami eke deh yang engga. Katanya mukanya mirip otong koil,” kicau Novi lewat akun @nouview, Jumat (6/11/2015).

Serunya, kicauan Novi rupanya juga terpantau dan dibalas langsung oleh Otong lewat akun @midiahn. Vokalis dengan nama asli Julius Aryo Verdijantoro itu mengatakan bahwa pria di Indonesia memang menyukai wanita dengan wajah mirip dirinya.

“Memang lakilaki Indonesia itu doyannya wanita yg wajahnya keotongkoilotongkoilan mbak. Beruntunglah suami mbak sukanya wanita tulen,” balas @midiahn.

Setelah Otong mengicaukan balasan tersebut, tweet Novi langsung dibanjiri retweet dan berbagai komentar, termasuk dari fans Raisa. Akan tetapi tidak sedikit pula yang mengaku tidak mengenal Otong.

“Anjyaaang, Raisa dikata mirip Otong Koil, terus Otong Koilnya nge-reply. *ketawa sampe lebaran haji,” kicau @Falenpratama.

“Liat foto otong koil, bayangin raisa tanpa make up,” tulis @Commaditya,

“Itu sapose yg bilang Raisa mirip otong koil? Btw otong koil apaan? Kek merk springbed,” tulis @Marini_boim.

Sebagai informasi, Otong merupakan vokalis sekaligus pendiri band rock bernama Koil. Pria yang terkenal dengan aksi panggungnya yang ekstrem itu juga sempat berduet dengan Ahmad Dhani dalam lagi Kenyataan Dalam Dunia Fantasi.



Thursday, January 21, 2016

SIM CARD KEHILANGAN SINYAL

Korban Pembobolan Rekening Tuntut Bank CIMB Niaga Madiun Dan PT. Telkomsel Sebesar Rp. 10 Miliar.

http://www.rri.co.id/madiun/post/berita/207957/kriminal/korban_pembobolan_rekening_tuntut_bank_cimb_niaga_madiun_dan_pt_telkomsel_sebesar_rp_10_miliar.html


KBRN, Madiun : Korban pencurian dugaan pembobolan rekening nasabah Bank CIMB Niaga Madiun, Hengky Budiono salah satu pengusaha dari Medan yang berdomisili di Jl. Salak Barat, Gang III, Kecamatan Taman, Kota Madiun menuntut ganti rugi kepada Bank CIMB Niaga dan PT. Telkomsel sebesar Rp. 10 miliar.

Kepada RRI Jum,at (09/10/2015) korban mengaku, dalam gugatan yang dilayangkan ke Pengadilan Negeri, Kota Madiun tertanggal 9 Oktober 2015 Hengky meminta pertanggungjawaban kedua perusahaan tersebut lantaran uang yang disimpan di Bank CIMB Niaga dibobol sebesar Rp. 754 juta melalui phone bangking.

Pembobolan rekening tersebut diketahui, saat sim card Telkomsel dengan nomor 0812290XXXX miliknya rusak selama beberapa hari. Kemudian dirinya berinisiatif memperbaiki sim card tersebut dengan mendatangi Grapari Telkomsel, Kota Madiun. Setelah bisa diaktifkan kembali, ternyata banyak SMS yang masuk dengan berisi pemberitahuan transaksi keuangan melalui rekeningnya. Padahal dirinya tidak mempunyai serta tidak pernah mengajukan pembuatan phone banking.

“Saat itu saya mengganti nomer sim card saya karena selama beberapa hari SOS. Seetalah diganti itu muncul data-data itu dari e chanel m banking keluar dana semua, yang jelas di tujuh nama dibuku tabungan, pengakuan Hengky Budiono.,”

Pelaku pembobol rekening miliknya di dua rekening terjadi sejak tanggal 23 hingga 27 Juni 2015.

Meski pihaknya sudah melapor ke pihak bank, tetapi tidak ada jawaban yang memuaskan, sehingga pihakknya juga  melaporkan kasus tersebut ke Polres Madiun Kota pada 30 Juli 2015. Namun hingga kini kasus yang ditangani Sat Reskrim itu belum ada kejelasannya.

Sementara itu, Penasehat Hukum Hengky, Muhammad Soleh mengaku tidak hanya melaporkan kasus itu ke Kepolisian namun pihaknya juga melakukan upaya hukum lain, dengan menggugat Bank CIMB Niaga dan PT. Telkomsel ke Pengadilan Negeri, Kota Madiun.

Kedua perusahaan tersebut dianggap tidak melaksanakan Undang-undang nomor 8 tahun 1999 tentang perlindungan konsumen dan juga melanggar pasal 10 peraturan bank Indonesia tentang perlindungan konsumen jasa sistem pembayaran.

“Uang ini adalah kita simpan di Bank CIMB Kota Madiun tiba-tiba pada tanggal 23 sampai dengan 27 Juni 2015 terjadi perpindahan dari rekeningnya Pak Hengky ke orang lain yang itu melalui phone bangking. Padahal klain kita sama sekali tidak pernah mengaktifkan dan tidak mempunyai phone bangking. Jadi rekening ini dibobol orang lain melalui phone banking Bank Niaga. Ini menjadi kecurigaan kita bahwa ada keterlibatan orang dalam Bank Niaga, sebab tidak mungkin ada maling tau rekening saya jumlahnya berapa, nomernya dua saya punya dua rekening kecuali yang tau orang dalam sendiri, Muhammad Soleh menguraikan.,”

Pada kasus pembobolan dua (2) buku rekening milik Hengky Budiono tersebut, satu ada 41 transaksi sedangkan buku kedua ada  16 transaksi, pungkasnya.,” (Agus Yoga)


Tuesday, January 5, 2016

Perihal otong dan ghibah



Kepada para pihak yang menuduh saya menggunakan narkoba, sering nikah siri dan melarikan anak orang, diharapkan jangan berghibah di masyarakat, jangan menggunakan alibi hilang ingatan atau hal hal yang tidak logis. Lalu membodohi orang dengan berbagai cerita.
Jika ada yang pernah di perlihatkan surat pernyataan yang mengatas namakan bahwa saya adalah pengguna narkoba beserta tes urinenya, saya pernah menikah siri beberapa kali dan saya pernah melarikan anak orang, tolong beritahu saya supaya saya bisa membela diri saya.
Jika ada surat pernyataan yang mengatas namakan diri saya berbuat hal hal tersebut di atas, surat itu adalah rekayasa. Saya dapat informasi dari beberapa pihak.
Saya juga klarifikasi bahwa saya bukan yang membuat forum forum otong termasuk si otong besar di berbagai media.