Thursday, July 28, 2016

Korupsi E-ktp

Kasus E-KTP, KPK Periksa Bos PT Quadra Solution
Jumat, 9 Mei 2014 | 16:03 WIB
JAKARTA, KOMPAS.com
 - Komisi Pemberantasan Korupsi memeriksa Direktur Utama PT Quadra Solution Anang Sugiana Sudihardjo terkait kasus dugaan korupsi paket pengadaan paket penerapan kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP) di Kementerian Dalam Negeri. Anang diperiksa sebagai saksi bagi Sugiharto yang telah ditetapkan sebagai tersangka.
"Diperiksa sebagai saksi untuk tersangka S (Sugiharto)," kata Kepala Bagian Pemberitaan dan Informasi KPK Priharsa Nugraha di Gedung KPK, Jakarta, Jumat (9/5/2014).
Selain Anang, KPK juga memeriksa dua saksi lain terkait kasus tersebut. Mereka adalah karyawan PT Quadra Solution, Willy Nusantara Najoan, dan Kepala Bagian Perencanaan Direktorat Jenderal Kependudukan Wisny Wibowo Siswojo.
Tim penyidik KPK pernah menggeledah kantor PT Quadra Solution di lantai VII Menara Duta, Jalan HR Rasuna Said, Kav B-9, Jakarta Selatan, Selasa (22/4/2014). Perusahaan tersebut diduga menjadi salah satu perusahaan dalam konsorsium pelaksana proyek e-KTP yang nilai proyeknya mencapai Rp 6 triliun.

Dalam kasus ini, KPK menetapkan Direktur Pengelola Informasi Administrasi Kependudukan Direktorat Jenderal Kependudukan dan Catatan Sipil Kementerian Dalam Negeri Sugiharto sebagai tersangka. Selaku pejabat pembuat komitmen (PPK), Sugiharto diduga melakukan perbuatan melawan hukum dan atau penyalahgunaan wewenang yang mengakibatkan kerugian negara terkait pengadaan proyek tersebut. Menurut perhitungan sementara KPK, nilai kerugian negara dalam kasus ini sekitar Rp 1,12 triliun.

BAHAYA LATEN

Generasi PKI Sudah Menyusup ke Lembaga Negara

http://netralitas.com/nasional/read/1710/generasi-pki-sudah-menyusup-ke-lembaga-negara

ADA tulisan menarik tentang Partai Komunis Indonesia (PKI). Tulisan yang mengupas soal bangkitnya kembali PKI melalui generasi mudanya. Kini, generasi PKI itu sudah masuk (infiltrasi) ke sejumlah lembaga negara, dan mereka menjadi orang terkenal (publik figure).

Tulisan tersebut dimuat dalam status Facebook dengan nama pemilik akun Alfian Tanjung. Di akhir tulisan itu, tercantum nama penulis sebagai Analis Intelijen Dakwah dan Pengamat PKI.

Dalam tulisannya, Alfian menanggapi digelarnya acara “Belok Kiri Fest pada Sabtu (27/2) malam lalu di Lembaga Bantuan Hukum, Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat. Sebelumnya, panitia akan menggelar acara tersebut di Taman Ismail Marzuki, namun diprotes oleh sejumlah ormas dan LSM, karena dicurigai sebagai gerakan baru kebangkitan PKI. Pihak Polda Metro Jaya pun akhirnya melarang mereka melakukan kegiatannya.

Pada tulisan pertama, Alfian mengatakan acara Belok Kiri Festival itu adalah perhelatan gerombolan PKI. Redaksi tulisan asli Alfian dalam status Facebooknya adalah seperti ini;

Belok Kiri Fesival yang dirancang dari tanggal 27 Februari - 6 Maret 2016 merupakan perhelatan Gerombolan PKI yang semakin percaya diri dan berani. Mereka mulai menebar angin dan pada saatnya akan menuai badai. 

Sejak peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-70 dan sidang dagelan IPT di Amsterdam Belanda yang dihadiri oleh dua pengkhianat bangsa yakni Nur Kant dan To Mu Lu (#maaf nama orang disensor redaksi).

PKI sudah kadaluarsa, Indonesia yang Berketuhanan yang Maha Esa, sangat tidak butuh dengan idiologi itu. Antara memenuhi perintah sang majikan dan dendam lama dari nenek moyang mereka. Kaum PKI telah menunjukkan hasrat syahwat (sensor) Atheisnya. 

Bagaimana sikap kita ?

Pilihannya cuma satu, lakukan deteksi dini dan amputasi dini. Cukup sudah peristiwa berdarah 1948 dan kekejaman PKI 1965.

Dalam status lainnya, Alfian mengungkap sejarah kekejaman komunis terhadap orang lain yang berbeda faham. Alfian mengingatkan kembali kekejaman PKI.

SEJAK Revolusi Bolsevik pada tahun 1917 dan Revolusi Kebudayaan 1949 hingga 1990, dua sayap komunisme “pemakan manusia”, tercatat telah membunuh lebih dari 120 juta manusia. Pembunuhan dilakukan dengan cara yang sangat keji, kejam, sadis, dan di luar akal sehat. 

Sampai hari ini, masih tersisa rezim sadis komunisme, yakni di Cina, ada lebih dari 70 juta  Pemuda Pasukan Merah. Sekitar 10 juta di antaranya dikirim ke Indonesia secara bertahap sampai tahun 2020.

Selain China, Korea Utara juga merupakan basis komunis, di bawah komando Kim Dae yung II. Selanjutnya adalah Kuba. Kini fase komunis di Kuba melanjutkan misi Fidel Castro di Amerika Latin, dan beberapa negara yang mulai bergeliat menjadi negara komunis.

Di Indonesia, kaum komunis dengan rumah aslinya PKI, sedang berpesta pora. Karena, sejak 1998, Operasi Kuda Troya yang mereka lancarkan mulai membuahkan hasil. Dari Istana Negara, Kantor Legislatif, Eksekuif, Yudikatif, aparat, teknokrat, pengusaha, tokoh agama (kambuhan), artis, dan berbagai peran-peran publik lainnya, telah banyak diisi oleh kader PKI generasi baru.

Dalam kurun 2004-2014, Partai Komunis Cina (PKC) telah melatih 13 angkatan kader PKI generasi ketiga. Terutama sejak rezim demokrasi komunis berkuasa pada Oktober 2014. Sejak tahun 2015, rezim komunis mendatangkan para pengkader atau instruktur PKC  ke seluruh provinsi (di China dan Indonesia), untuk mengkader generasi ketiga komunis. 

Dalam wajah lain, kader PKI tua, seperti Im Sar, Beg Sas, Ibr Ai, Car Bu, dan kader tua lainnya, ditopang oleh kader PKI K-10 yang dipimpin oleh Wahyu Setiaji dan Teguh Karyadi. Mereka berdualah yang menggawangi pembentukan sel-sel PKI secara nasional.

Sementara Partopa Pangaribuan, membentuk SOBSI, Pemuda Rakyat, Gerwani, LEKRA, BTI dan mantel PKI dalam format Reinkarnasi, sebagai persiapan Deklarasi PKI. Sedangkan generasi pelanjutnya, seperti Di In, Rib Tji, Bu Suj dkk-nya, kini sedang senyum manis di DPR RI, di bawah Payung PDI-Perjuangan.

Selain tulisan Alfian tersebut, acara Belok Kiri Fest yang digelar di kantor LBH itu diabadikan dalam video berdurasi 9,35 menit di Youtube. Dalam video itu, pembawa acara meneriakkan yel-yel kebangkitan Belok Kiri Fest dilanjutkan dengan nyanyian lagu Indonesia Raya versi mereka. 

Melihat cara mereka menyanyi, jelas berbeda dengan cara menyanyi masyarakat Indonesia pada umumnya. Mereka menyanyikan lagu kebangsaan itu sambil berteriak-teriak dan berjingkrak-jingkrak. 


NUMONI

www.inpactap.com/conf2016_thailand/info/normasit.html
Ms Norma Sit
Founder & CEO at Numoni (pronounced as new money)
Chairman Maxbank Philippines
http://www.numoni.com/about-us/

Norma Sit is a Digital Banker.  She founded Numoni Pte Ltd in 2012, a Fintech company headquartered in Singapore with operations in Singapore, Malaysia, Philippines and Indonesia.  She is a member of the Board of Numoni and she is proud of the pedigree of her co-directors from whom she learns much as the Board works closely together to bring Numoni forward into new paradigms of Digital Financial Services for ASEAN.  In 2014, Numoni acquired a Thrift Bank in the Philippines, where she currently chairs the Board and is transforming the Bank into a Digital Bank.  Numoni today holds e-wallet and remittance licenses in Indonesia, Philippines, Malaysia and Singapore.  Numoni serves the Underbanked of ASEAN, an estimated market of about 400m people. KPMG has listed Numoni as one of the 100 Most Innovative Fintechs Globally in their latest report.  Numoni has won multiple awards including the National IT Award in Singapore in 2014 for Most Innovative Product and Service, and the Singtel Best Innovation Award under the Emerging Enterprise Award 2014 organised by BusinessTimes and OCBC Bank.
In  the National Social Enterprise Committee formed under the aegis of the Ministry of Community Youth and Sports. She represented 'Women in IT in the Economy' for Singapore at APEC at St Petersburg in 2014, and is an invited keynote speaker at many conferences and platforms, and of late, at platforms about Financial Inclusion.
She was awarded 'Great Women of Our Time' by the Singapore Women's Weekly for her role in Arts and The Media, A Fellow of the Leadership Foundation of the International Women Forum, and an inaugural recipient of 'Women Who Make A Difference', an award by The International Alliance of Women.  She represents Singapore as appointed to the ASEAN Business Advisory Council and chairs the ASEAN Business Advisory Council Businesswomen Working Group with a focus to empower women economically in ASEAN.  Her latest award to be announced in April 2016 is '"Greatest Individual Contribution to Financial Inclusion in Asia" as awarded in the SMART Awards Asia.


 She graduated top of her class with First Class Honours in Materials Engineering from Monash University and was an AIDAB EMSS scholar at the Australia Graduate School of Management at University of New South Wales, winning the AGSM Award in Corporate Strategy.  She has two children and a great dog.

Monday, February 29, 2016

KOTORAN DAN PERAMPOKAN

dikhawatirkan ada usaha dari para perampok mengkambing hitamkan orang dengan menggunakan kotoran (faces) orang lain.Belum pernah ada perampok yang meninggalkan kotoran manusia di TKP. pada kotoran tentunya bisa dilakukan tes DNA untuk mengetahui orang yang punya kotoran tsb.

http://www.sayangi.com/daerah1/read/19119/perampok-ini-meninggalkan-kotoran-manusia-di-tkp-polisi-mengejarnya


Perampok ini Meninggalkan Kotoran Manusia di TKP, Polisi Mengejarnya

Senin, 03 Maret 2014 16:46
Oleh:  Mardikanto


Wonosari, Sayangi.com - Kepolisian Resor Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, menyelidiki kasus perampokan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga setempat yang terjadi pada Senin (3/3) dini hari.

Kapolres Gunungkidul AKBP Faried Zulkarnaen di Gunung Kidul mengatakan dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) diperkirakan pelaku masuk dari pagar belakang kantor Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Gunungkidul.

"Pelaku lewat pagar belakang karena petugas menemukan beberapa barang bukti yakni lakban, tali dan koran. Pelaku diperkirakan masuk melalui pintu belakang dan melalui jalan kecil masuk ke ruangan," terang Faried.

Uniknya, lanjut Faried, selain bekas makanan, pelaku meninggalkan jejak berupa kotoran manusia di sekitar tempat kejadian perkara (TKP). "Ada kotoran juga," kata dia.

Berdasarkan rekaman CCTV, ungkap Faried, pelaku masuk sekitar 02.17 WIB berjumlah semuanya mengenakan jaket serta penutup wajah.

Sementara itu, berdasarkan informasi yang dihimpun menyebutkan, kejadian diperkirakan terjadi dini hari sekitar pukul 02.00 WIB dan terekam CCTV.

Perampok yang diperkirakan berjumlah 5-6 orang menyekap dua orang penjaga malam kantor Disdikpora Darmo, setelah sebelumnya ditodong senjata api yang diduga sejenis pistol.

Keduanya disekap di kamar mandi dengan posisi terikat dan mata tertutup. Kedua penjaga malam berhasil melepaskan diri setelah tiga jam terkurung di dalam kamar mandi.

Dalam rekaman CCTV di depan kantor Kepala Disdikpora, terlihat enam orang pelaku berlalu lalang sebelum membongkar ruangan. Semua pelaku menggunakan penutup muka jaket yang memiliki penutup kepala.

Kepala Disdikpora Gunungkidul Sudodo mengatakan pelaku pencurian masuk ke tiga ruangan yakni ruang kepala dinas, sekretaris dan bagian keuangan.

"Pelaku berhasil membawa kabur uang, tidak ada dokumen yang dibawa," kata Sudodo.

Dari tiga lokasi pelaku berhasil membawa uang senilai Rp 50 juta yang berasal dari ruang bagian keuangan. "Kalau diruangan saya hanya diacak- acak saja. Uang itu merupakan uang rapelan kenaikan pangkat untuk pegawai dan uang zakat," kata Sekretaris Disdikpora Sugiyanto.

Sunday, February 14, 2016

TIDAK PERNAH MEMASARKAN PRODUK BANK LAIN

Sekedar konfirmasi saja, bahwa dulu di tahun 2007-2008 aku tidak pernah menawarkan produk reksadana dari Antaboga Delta Sekuritas Indonesia yang merupakan pemegang saham Bank Century. Aku juga tidak pernah menawarkan produk dari Bank lain, selain Bank CIMB Niaga (d/h Bank Niaga). Kebetulan aku eks-Bank Niaga.

Aku khawatir kena fitnah mengingat banyak orang menjadi korban produk tersebut, banyak yang belum mendapatkan uangnya kembali.


Thanks 

Wednesday, February 10, 2016

BANK MUTIARA

Sofyan Djalil: Ada Sekitar 5 BUMN Simpan Uang di Century

http://nasional.kompas.com/read/2014/01/17/1710329/Sofyan.Djalil.Ada.Sekitar.5.BUMN.Simpan.Uang.di.Century

JAKARTA, KOMPAS.com — Mantan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Sofyan Djalil mengatakan, ada sekitar empat atau lima BUMN yang menyimpan uang di Bank Century. Menurut Sofyan, jumlah depositonya tidak lebih dari Rp 1 triliun.

“Ada empat atau lima yang nyimpan deposito (di Bank Century). Kalau enggak salah kurang dari Rp 1 triliun, yaitu Rp 600-Rp 700 miliar,” kata Sofyan di Gedung KPK RI, Jakarta, Jumat (17/1/2014).

Namun, ia belum mau mengungkapkan BUMN mana saja yang menyimpan uang ke Bank Century. Sofyan juga mengaku tak tahu dari mana instruksi untuk menyimpan uang tersebut. Ia pun membantah sebagai pihak yang memberikan instruksi itu.

“Saya enggak tahu. Tanya BUMN yang naruh. Nanti, ya,” katanya.

Adapun pada Jumat ini Sofyan diperiksa penyidik KPK menjadi saksi untuk tersangka mantan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Budi Mulya dalam kasus dugaan korupsi fasilitas pendanaan jangka pendek (FPJP) Bank Century dan penetapan Bank Century sebagai bank gagal berdampak sistemik.

Saat kasus Century dalam tahap penyelidikan, KPK pernah meminta keterangan Sofyan. Seusai dimintai keterangan, Sofyan juga pernah mengakui adanya penempatan dana sejumlah BUMN di Bank Century. Penempatan dana tersebut, menurut Sofyan, dilakukan tanpa sepengetahuannya sebagai menteri ketika itu.

Sofyan juga pernah mengakui adanya surat Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), yang mengimbau perusahaan pelat merah menempatkan dananya di Bank Century. Namun, menurut Sofyan, BUMN menarik dananya setelah setelah kebijakan bail out hingga total penarikan mencapai sekitar Rp 300 miliar.

Penempatan uang BUMN di Bank Century tersebut dinilai janggal Pansus Hak Angket Century. Pasalnya, pemerintah sebelumnya telah mengimbau pimpinan BUMN agar menyimpan dana usaha di bank pemerintah untuk memperkuat struktur perekonomian dan posisi keuangan negara.

Bank Mutiara

Bank Century memiliki dana nyangkut di Indover yang bangkrut karena NPL dan dibekukan sejak tanggal 7 Oktober 2008, per 31 Desember 2014 outstanding Rekening Giro Bank Mutiara Tbk (d/h Bank Century) di Bank Indover sebesar EUR 47.700,27. Tanggal 23 Januari 2014 Bank indover telah membayar EUR 15.063,24..

Sementara rekening giro bank di BCA cabang Surabaya sebesar Rp. 4,260 juta diblokir kepolisian terkait perkara hukum reksadana Antaboga yang dihadapi Bank. (sumber: Laporan keuangan audit Bank Mutiara tahun 2014)

Bank Mutiara Ganti Nama Menjadi Bank J Trust Indonesia




Nasabah Bank Century asal Surabaya, Gayatri menggelar orasi di depan kantor Bank Mutiara Cabang Solo, 21 April 2015. Dia menuntut uangnya yang tersangkut reksadana Antaboga senilai Rp 70 miliar dikembalikan. TEMPO/Ahmad Rafiq

TEMPO.CO, Jakarta - PT Bank Mutiara Tbk resmi mengubah entitas usaha menjadi PT Bank J Trust Indonesia Tbk.
Dalam keterbukaan informasi resmi yang dirilis perseroan, Hartono Karyatin, Corporate Secretary Bank Mutiara, mengatakan pergantian entitas ini telah mendapat persetujuan dari Otorititas Jasa Keuangan (OJK) pada 21 Mei 2015 lalu melalui Keputusan Dewan Komisoner OJK No.12/KDK.03/2015.
Sebelumnya, pergantian entitas ini juga telah mendapat izin dari Kementrian Hukum dan HAM pada 7 April 2015 lalu. Dengan kata lain, ini merupakan pergantian entitas kedua karena sebelum bersalin nama menjadi Bank Mutiara, perseroan sebelumya bernama Bank Century
Sebelumnya, Ahmad Fajar, Direktur Utama Bank Mutiara mengatakan pergantian entitas ini merupakan bentuk rebranding perseroan seiring pergantian kepemilikan dari Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) ke J Trust Co Ltd pada akhir 2014 lalu.
Pergantian entitas ini juga diharapkan bisa menambah dana pihak ketiga (DPK) perseroal. Fajar menyebut, beberapa instansi asing siap menempatkan dana di perseroan berkat reputasi J Trust. Tapi, untuk tahap awal, penempatan dana masih terbatas, sekitar 5%-10% dari DPK.